News Update

13 Simple Rules of Gym Etiquette

ART - IV/2009 - 13 Simple Rules of Gym Etiquette

Bayangkan perasaan Anda ketika sedang lari di atas treadmill sambil mendengarkan lagu favorit di i-Pod Anda, lalu tiba-tiba orang di sebelah Anda berteriak-teriak atau bernyanyi keras-keras. Atau mungkin yang lebih parahnya jika seseorang menertawakan Anda karena Anda tidak kuat mengangkat dumbbell seberat 5 kg. How does it feel? Menjengkelkan, bukan?
 
Hidup memang penuh aturan, tidak hanya di sekolah, di kantor ataupun di meja makan; Di gym pun ada beberapa aturan penting atau etika yang musti dipatuhi. Men’s Guide kali ini akan menjabarkan tiga belas tata krama fitnes yang wajib Anda ketahui agar orang-orang tidak menjauhi Anda saat di gym. Remember , some rules are not made to be broken!
 
 
 
 
 
 

  • Aturan Main Beban
    • Kita awali dengan masalah sepele yang sebenarnya bernilai etika tinggi. Kadang secara tidak sadar, lupa atau memang sengaja, Anda meninggalkan piringan-piringan beban yang selesai kita pakai begitu saja. Hey, tidak semua orang bisa mengangkat 100 kg barbell pada saat bench press seperti Anda!
    • Atau pada saat selesai main dumbbell, Anda meninggalkan dumbbell tersebut tergeletak di lantai begitu saja. Selain berantakan, dumbbell yang diletakan sembarangan, dapat menyebabkan sesorang tersandung.
    • Kembalikan dumbbell pada raknya dan turunkan piringan-piringan beban dari palang barbell setelah Anda selesai. Kecuali apabila pemakai berikutnya memang meminta Anda untuk meninggalkan dumbbell atau beban tersebut untuk dia pakai.
  • Angkat Perlahan, Turunkan Perlahan
    • Gym bukanlah arena pertandingan angkat besi dimana Anda bisa langsung lepas barbell atau dumbbell begitu Anda selesai angkat! Menjatuhkan secara kasar selain mengagetkan orang, juga dapat menyebabkan cidera diri sendiri atau orang lain. Dan lagi, Anda tidak mau didenda gara-gara lantai gym jebol atau barbell patah bukan?
  • Watch Your Mouth!
    • Jangan berteriak-teriak tanpa alasan, ini jelas sangat menganggu. Terkadang memang perlu berteriak untuk membantu mengeluarkan tenaga yang besar saat melakukan latihan yang berat. Tapi kalau Anda hanya melakukan stretching ringan sambil berteriak-teriak, itu merupakan hal yang aneh bukan?
    • Yang kedua, walaupun sudah tahu tidak baik untuk disebutkan; Nama-nama binatang, benda-benda jorok, istilah-istilah kasar, baik dalam bahasa Indonesia, daerah atau asing pun, bagi sebagian orang tetap saja bisa kelepasan secara tak sadar. Hal ini bisa menyebabkan orang lain merasa tidak nyaman dan bahkan tersinggung. So, stop swearing!
  • Pakai yang Pantas Pakai!
    • Jeans memang kasual, tapi selain tidak nyaman dan kurang bebas bergerak, tetaplah tidak pantas Anda memakainya saat fitnes. Kaos, celana dan sepatu merupakan 3 hal penting yang harus Anda perhatikan. Telanjang dada? No way!
    • Agar gym wear Anda mempunyai daya tahan yang lama, pilihlah bahan yang lebih tebal sebagai bawahan (bottom). Cotton, polyester dan nylon tetap bisa dij adi kan pilihan sebagai bawahan, tapi pilihlah yang lebih tebal. Gym wear yang baik juga harus memiliki kriteria breathable, sehingga dapat menyerap kelembaban tubuh lebih efektif dan akan memberikan cooling affect kepada pemakainya.
  • Wipe Your Sweat!
    • Sehabis menggunakan bench, bersihkanlah keringat Anda yang menempel. So, jangan lupakan handuk kecil menemani fitnes Anda untuk membasuh keringat. Lebih baik lagi jika Anda menggunakan handuk sebagai alas. Anda tentunya juga tidak mau berbaring di atas keringat orang lain bukan?
  • No Smokin’ While Workin’
    • Pernah melihat asbak di dalam gym? Jarang kan? Nah, artinya memang dilarang keras untuk merokok di situ. Bagaimana bisa Anda kuat berkardio selama 1 jam apabila Anda merokok? Selain merugikan diri sendiri asapnya juga berbahaya buat orang lain.
  • To Talk or Not To Talk
    • Bayangkan bila Anda sedang menahan 100 kg barbell lalu teman Anda sedang curhat tentang kehidupan cintanya. Annoying dan pastinya konsentrasi Anda akan terpecah bukan? Nah, jangan ajak bicara orang yang sedang fokus dan konsentrasi di tengah-tengah set latihan, tunggu sampai dia selesai.
    • Jangan juga terlalu mengajak banyak bicara orang-orang yang sedang fitnes. Tujuan utama mereka yang memang niat ke gym adalah untuk fitnes, bukan menggosip. Bersosialisasilah setelah latihan mereka selesai.
  • Cermin Untukku, Cermin Untukmu
    • Cermin di sekeliling gym tidak hanya untuk “ngaca” saja. Melalui pantulannya, cermin digunakan untuk menjaga keseimbangan dan memantau posisi gerakan saat fitnes. Jadi, jangan menghalangi pandangan orang yang berlatih di depan cermin, konsentrasi mereka bisa buyar.
  • Excuse-Moi
    • Selalu bilang “permisi” sebelum Anda akan melakukan latihan di sela-sela latihan orang lain atau tepat pada saat orang lain selesai. Sangatlah tidak sopan bila begitu seseorang selesai memakai bench lalu Anda tiba-tiba langsung menguasai alat tersebut.
    • Apabila Anda ingin menyela latihan orang dengan alat yang sama, perhatikan beban yang digunakan orang tersebut. Apabila bebannya lebih ringan atau lebih berat dari beban yang Anda inginkan, maka sebaiknya Anda menunggu orang itu untuk menyelesaikan latihannya karena akan sama-sama menyusahkan Anda dan orang tersebut untuk menggonta-ganti bebannya bila berlatih bergantian.
  • Learn to Share
    • Orang egois selalu tak disukai. Jangan sampai Anda kesannya memonopoli bench atau mesin sendirian. Kecuali apabila memang sepi dan tidak ada orang lain yang mau menggunakannya.
    • Sama juga di tempat minum/dispenser gym. Jangan mengambil minum terlalu lama. Apabila Anda sedang mengisi ulang botol/drink jar/pitcher lalu kemudian ada orang di belakang Anda yang hanya ingin meminum segelas air, maka hentikan dulu pengisian Anda dan persilahkan orang tersebut untuk mengambil dulu, baru kemudian lanjutkan proses pengisian Anda.
  • Don’t be too Helpful
    • Jangan secara otomatis Anda selalu menghampiri dan langsung membantu seseorang yang kelihatan ada masalah atau kesusahan saat menahan beban. Keadaan “ngoyo” / dipaksakan tersebut memang kadang sengaja dilakukan untuk mendorong sekuat tenaga demi mendapatkan set yang maksimal. Interupsi Anda justru akan mengganggu. Lebih amannya, boleh Anda menghampiri tapi cukup berdiri dan pantau saja di dekatnya, baru berikan pertolongan apabila orang tersebut memang meminta.
    • Jangan juga sok pahlawan menawarkan diri untuk membantu menahan beban apabila Anda sendiri sebenarnya tidak kuat mengangkat beban tersebut. Serahkan saja pada PT yang ada di gym tersebut.
  • Good Smell, Train Well!
    • Boleh saja Anda memakai cologne atau parfume untuk mencegah bau badan asalkan jangan terlalu berlebih. Bau yang terlalu menusuk akan membuat orang lain terganggu saat bernapas. Dan apabila sebelum fitnes Anda baru saja beraktivitas yang lain dan sudah berkeringat banyak, mampirlah dulu ke shower untuk sedikit menyegarkan diri dan membersihkan keringat Anda. Anda tentunya tidak mau membuat orang pingsan bukan?
  • Be Mr. Nice Guy, not Mr. Show-Off!
    • Tidak baik menghina orang. Jangan menertawakan orang yang tidak kuat mengangkat dumbbell dengan beban yang buat Anda paling ringan! Ingat bahwa di atas awan selalu ada awan lagi, yang lebih kuat dari Anda juga pasti ada.
    • Tukang pamer juga masuk blacklist! Membanding-bandingkan ukuran bisep atau memamerkan sixpack ke semua orang bukanlah cara yang baik untuk memperoleh popularitas. Lebih baik ikuti saja ajang body contest, selain semua orang bisa melihat, Anda juga bisa jadi lebih terkenal! (edr)
  • Leave a Reply