4 Hal yang Harus Dihindari Saat di Gym

Fitness

Olahraga teratur di gym ternyata tidak menjamin Anda mendapat tubuh atletis dan bugar dalam waktu singkat. Apalagi bila manajemen waktu Anda di gym kurang optimal. Lihat artikel kami minggu ini, dan coba cek apakah salah satu atau lebih hal di bawah ini sering Anda lakukan.

 

1. Ke gym bukan untuk berolahraga. Anda mungkin sering melihat orang seperti ini: datang ke gym dengan berpakaian olahraga, namun menghabiskan waktunya memandangi cewek-cewek di kelas yoga, sibuk chatting—atau selfie—dengan ponsel pintar masing-masing, bahkan bersosialisasi (baca: bergosip) di tempat gym. Semakin banyak waktu yang dialokasikan untuk hal lain-lain, semakin sedikit waktu yang digunakan untuk berolahraga. Hasilnya, jangan harap tubuh bugar dan atletis akan menjadi milik Anda dalam waktu dekat.

 

2. Susah move on. Bukan, bukan move on dengan si mantan, kecuali bila ingatan tentang si dia membuat Anda sulit mengangkat barbell. Yang kami maksud dengan move on terkait dengan pola latihan Anda di gym. Apabila Anda teguh kukuh menjalankan treadmill di kecepatan 7 mph, atau setia menggunakan beban 20 Kg saat bench press selama lebih dari 3 bulan, tubuh Anda telah teradaptasi sempurna. Efeknya, olahraga yang Anda lakukan tidak akan optimal, kecuali Anda menambah kecepatan lari atau beban angkatan.

 

Oh, ya. Ini juga berlaku untuk Anda yang cinta mati sama latihan beban dan menganggap kardio hanya untuk orang-orang gemuk, begitu pun sebaliknya.

 

3. Spot Reduction only. Mengejar sixpack hanya dengan sit up? Kemungkinan besar Anda akan kecewa, apalagi bila Anda tidak membakar lemak berlebih di tubuh Anda dahulu. Anda lebih mungkin mendapat sixpack bila terlebih dahulu persen lemak tubuh hingga ideal, baru mulai melatih otot-otot tubuh, termasuk perut.

 

4. Doing it wrong—and too embarassed to ask. Tak peduli latihan beban maupun kardio, gerakan yang benar haruslah menjadi prioritas. Salah melakukan gerakan, maka kalori Anda tidak terbakar sempurna, pembentukan otot Anda tidak sempurna, bahkan risiko cedera meningkat. Karena itu, pastikan Anda meriset gerakan yang benar dalam berolahraga, atau bertanya pada orang yang tepat. Apalagi bila Anda masih baru di dunia fitnes, personal trainer bisa menjadi langkah tepat untuk menanamkan dasar berolahraga dengan baik dan benar. Oh ya, lebih baik bertanya pada personal trainer tersertifikasi dibandingkan pada “sesepuh” gym.

 

Kami percaya, pria aktif seperti Anda pastilah memiliki manajemen waktu yang baik, termasuk saat berolahraga di gym. Bila tidak, daftar ini bisa menjadi contekan untuk latihan yang lebih optimal dan berdampak maksimal.

 

Ref:

WebMD. 2009. 9 Common Gym Mistakes