News Update

Orang Asia Sulit Sixpack?

ART - IV/2009 - Orang Asia Sulit Sixpack?

Suatu penelitian yang menggemparkan baru saja mengguncang dunia fitnes dan olahraga akhir-akhir ini. Setelah mengetahui hasil dari penelitian ini, jutaan orang Asia yang maniak fitnes mulai melakukan sit-up dan crunch sebanyak 200 kali sehari disertai dengan diet rendah lemak secara massal! Apakah yang menyebabkan mereka melakukan itu?
 
Fakta yang Mengecewakan
 
Entah apa yang terpikir di benak dr. Scott Lear dari Kanada saat dia memutuskan untuk melakukan penelitian bersama lima koleganya terhadap 800 orang lebih penduduk Kanada yang terdiri dari etnis Aborigin, Cina, Eropa dan Asia Selatan (Daerah India, Pakistan dan sekitarnya).
 
Tidak tanggung-tanggung, para ilmuwan Kanada tersebut mengukur massa lemak dan distribusi lemak tubuh dari 800 lebih orang untuk dibandingkan berdasarkan etnis atau suku bangsanya. Mereka melakukan penelitian ini secara teliti dan spesifik dengan memperhitungkan berbagai faktor seperti usia, jenis kelamin, indeks massa tubuh dan juga gaya hidup.
 
Ternyata hasil dari penelitian ini memang cukup mencengangkan. Bagaimana tidak, kalau ternyata diketahui bahwa etnis Cina dan Asia Selatan rata-rata memiliki massa lemak tubuh yang lebih tinggi daripada etnis bangsa Eropa dan Aborigin. Dengan kata lain, orang-orang bangsa timur ternyata lebih banyak menyimpan lemak di tubuhnya dibandingkan bangsa barat.








Hasil analisis tersebut otomatis juga menempatkan bangsa Asia sebagai bangsa yang berisiko tinggi untuk terserang penyakit-penyakit seperti jantung koroner, stroke, tekanan darah tinggi, diabetes dan komplikasi-komplikasi yang lain. Dan tentunya, yang paling nyata dan pastinya paling dikeluhkan oleh penggemar fitnes adalah, orang-orang Asia atau keturunan Asia jadi sangat sulit untuk memahat otot sixpack yang tajam dan sempurna di perutnya”. Kenyataan yang memilukan, bukan?
 
Benar! Fakta inilah yang nampaknya menjadi alasan mengapa orang-orang Asia tidak dapat secepat dan semudah bangsa lainnya seperti Eropa atau Afrika dalam membentuk tubuh atletis yang kering nan berisi.
 
Susah Bukan Berarti Tak Bisa!
 
Penelitian oleh dr. Scott Lear tersebut memang mengatakan bahwa bangsa Asia memang memiliki “bakat” untuk menyimpan lemak tubuh dalam porsi yang lebih banyak daripada bangsa yang lain. Menurut Scott, faktor genetiklah yang menjadi kemungkinan utama penyebabnya, tetapi penelitian lebih lanjut dan lebih canggih perlu dilakukan untuk memastikan kesimpulan tersebut.
 
Susah bukan berarti tidak mungkin bagi Anda yang keturunan Asia untuk memiliki sixpack di perut. Yang perlu Anda lakukan ialah menjaga pola makan dengan menghindari semua yang berlemak agar tidak menutupi otot di perut dan memilih pangan dan suplemen berprotein tinggi agar otot di perut Anda semakin kuat. Tidak dipungkiri memang kalau semua makanan yang berlemak selalu enak, tetapi inilah inti dari program pembentukan sixpack Anda, yaitu melawan nafsu diri sendiri terhadap yang enak.
 
Usaha Ekstra
 
Untuk memicu pembakaran lemak lebih optimal, Anda memerlukan usaha ekstra keras. Tidak ada salahnya Anda menggunakan suplemen khusus yang dapat membantu Anda. Kehadiran L-Carnitine di dunia suplemen fitnes memang sudah cukup banyak diketahui orang, namun masih banyak juga yang meragukan perannya sebagai pahlawan pembasmi lemak. Hal tersebut memang kita maklumi mengingat beberapa tahun terakhir ini penelitian yang membuktikan keampuhan L-Carnitine memang tidak terlalu banyak terdengar.
 
The Sixpack Solution
 
Stephen Francis seorang ilmuwan Inggris dari University of Nottingham yang bersama tim khususnya selalu meneliti L-Carnitine dari waktu ke waktu melakukan suatu penelitian untuk lebih meyakinkan kelebihan dari L-Carnitine. Dari uji klinis terhadap tujuh orang pria sehat selama 2 minggu, dibuktikan bahwa L-Carnitine memang secara ilmiah dapat “menggiring” lemak yang ada di sekitar otot untuk dimanfaatkan menjadi energi.
 
Kemampuan L-Carnitine dalam menjadikan lemak sebagai bahan bakar ini terbukti dapat terjadi kapan saja, yaitu saat kita istirahat dan lebih maksimal lagi pada saat olahraga atau beraktivitas sehari-hari. Dengan dibatasinya oksidasi lemak pada tubuh, L-Carnitine secara tidak langsung ikut mencegah terjadinya obesitas dan timbulnya penyakit-penyakit biangnya lemak seperti diabetes dan jantung koroner.
 
Nah, dengan kombinasi fitnes dan kardio yang rutin, intensitas latihan perut yang tinggi, pola makan dan suplemen tinggi protein, serta rendah lemak yang terkontrol serta dibantu dengan keampuhan L-Carnitine dalam membakar lemak yang tersimpan dalam tubuh, tak peduli apapun etnis atau suku bangsa Anda, otot sixpack nan tajam dan tubuh atletis nan kering pun dapat Anda miliki! Sixpack abs belongs to everybody, including you! (edr)

Leave a Reply