News Update

Breath & Resistant Training

ART - V/2010 - Breath & Resistant Training

Bernafas memang merupakan hal yang secara alami kita lakukan, yang kemudian membuat kita tidak sadar bahwa bernafas bisa jadi merupakan salah satu teknik krusial saat kita melakukan latihan beban. Mengapa demikian?
 
Teknik bernafas berhubungan dengan tekanan darah pada jantung; dan dengan melakukan teknik pernapasan yang baik, Anda meminimalisir kinerja jantung dan tekanan darah tidak naik terlalu besar1. Dengan teknik yang benar, jantung Anda akan tidak cepat berdebar–debar ketika sedang melakukan latihan beban.
 
Lalu bagaimana teknik yang benar? Tariklah napas sebelum mengangkat beban kemudian buanglah napas ketika mengangkat beban tersebut, baru tarik kembali napas Anda saat Anda akan menurunkan beban Anda (inhale before contraction-exhale when contraction-inhale after contraction)2. Misalnya,
 

  • Ketika latihan bench press, tariklah napas sebelum mendorong beban Anda, dan ketika mendorong, buanglah napas Anda kembali, kemudian tarik kembali saat beban nya turun.
  •  
     
     

  • Ketika latihan crunch, tariklah napas sebelum kontraksi, dan ketika kontraksi otot perut (ketika naik), buang lah napas Anda dan tarik napas kembali ketika proses relaksasi.
  •  
    Dengan teknik yang lebih baik, Anda bisa mendapatkan hasil yang lebih maksimal dan mengurangi resiko cedera. Selamat mencoba!
     
     
    References

    1. Linsenbardt, Steven T, Tom R. Thomas, and Richard W. Madsen. 1992. Effect of Breathing Techniques on Blood Pressure Response to Resistance Exercise. British Journal of Sports Medicine 26(2): 97-100.
    2. Evans, W. and Deanna C. Campbell. 1997. Nutrition, exercise, and healthy aging. Journal of American Dietetic Association 97: 632-638.

    Leave a Reply