News Update

Casein: Slow Release, High Impact Protein for Your Sixpack!

ART - VIII/2011 - Casein: Slow Release, High Impact Protein for Your Sixpack!

Whey, whey, whey! Anda sering mendengar betapa pentingnya peranan whey untuk membantu Anda mendapatkan sixpack ala L-Men of The Year. Memang betul, whey adalah protein dengan asam amino paling lengkap, serta mengandung BCAA paling tinggi dibandingkan sumber alami lainnya. Penyerapannya dalam tubuh pun paling cepat, sehingga whey memang sangat populer sebagai suplemen pembentukan tubuh atletis ideal1,2.
 
Namun, jangan pernah meremehkan casein, the brother of whey. Keduanya sama-sama terdapat pada susu dan banyak sekali manfaat casein yang bisa Anda dapatkan sebagai suplemen dalam upaya pembentukan tubuh atletis ideal Anda. Check them out!
 
Introducing Casein
 
Casein, serupa dengan whey, merupakan protein utama susu. Casein menyusun sekitar 80% dari total protein pada susu. Casein inilah yang berperan memberikan warna putih pada susu4. Casein dianggap sebagai salah satu suplemen asam amino paling baik bagi pembentukan otot selain whey karena memiliki asam amino yang lengkap dan daya serap yang cukup baik7.
 

Do You Know?

Kata casein berasal dari bahasa Latin, yaitu caseus yang berarti keju. Hal ini berkaitan dengan fungsi casein sebagai komponen utama penyusun keju, salah satu produk susu yang paling terkenal3.

 
The Slow Release Power of Casein
 
Berbeda dengan whey yang sangat cepat diserap oleh tubuh, casein lebih lambat dicerna sehingga dikenal sebagai slow release protein. Yang menyebabkan casein disebut sebagai slow release protein adalah karena casein dapat membentuk gel di dalam lambung yang kemudian memperlambat laju pengosongan lambung. Akibatnya, proses pencernaannya berjalan dengan lebih lambat. Ternyata, proses yang lebih lambat ini ada keuntungannya, yaitu dapat dapat menjaga ketersediaan protein dan asam amino lebih lama. Hal ini sangat penting terutama saat akan tidur dan bangun pagi, saat tubuh membutuhkan asupan protein yang cukup untuk pembentukan otot yang baru setelah latihan dan agar protein dari otot tidak ikut diambil6.
 
Keberadaan casein diperlukan saat latihan, yaitu sebagai suplemen untuk mengurangi proses pemecahan otot (muscle protein breakdown) yang terjadi selama melakukan latihan beban. Penelitian juga menunjukkan bahwa efektivitas casein untuk membantu pembentukan otot setelah latihan ternyata tidak kalah apabila dibandingkan dengan whey protein5,6. Oleh karena itulah, casein juga diperlukan saat latihan beban, dan ternyata lebih efektif lagi apabila dikombinasikan dengan whey8.
 
Casein Time!
 
Kesimpulannya, casein berguna untuk menjaga kebutuhan protein harian tubuh serta mendukung pembentukan otot setelah latihan. Casein dapat jadi suplementasi saat pagi hari menjelang aktivitas sehari-hari dan malam hari saat sebelum tidur, agar kebutuhan protein tubuh terpenuhi. Selain itu, casein juga dapat dikombinasikan dengan whey protein untuk dikonsumsi setelah latihan untuk mendapatkan hasil yang lebih efektif.
 
Jadi, jangan ragu untuk mengonsumsi L-Men Regular Slow Release Formula dengan kandungan casein sebanyak 2 kali sehari baik pada hari berolahraga maupun tidak berolahraga dengan waktu yang disarankan adalah saat bangun pagi dan malam hari sebelum tidur untuk mencapai sixpack optimal Anda. L-Men, Trust Me, It Works!
 
 
Reference:

  1. Driskell, Judy A. 2007. Sports Nutrition: Fats and Proteins. CRC Press: Boca Raton.
  2. Greenwood, Mike, Douglas S. Kalman, and Jose Antonio. 2008. Nutritional Supplements in Sports and Exercise. USA: Humana Press.
  3. Alcamo, I. Edward. 2003. Microbes and society: an introduction to microbiology. USA: Jones & Bartlett Learning.
  4. Hui, Yiu H. and Wai-Kit Nip. 2006. Food Biochemistry and Food Processing. USA: Wiley-Blackwell.
  5. Ingestion of casein and whey proteins result in muscle anabolism after resistance exercise. Med Sci Sports Exerc. 2004 Dec;36(12):2073-81.
  6. Greenwood, Mike, et al. 2008. Nutritional Supplements in Sports and Exercise. USA: Spinger.
  7. Park, Young W. 2009. Bioactive Components in Milk and Dairy Products. USA: John Wiley and Sons.
  8. Reitelseder, Soren et al. 2011. Whey and casein labeled with L-[1-C] leucine and muscle protein synthesis: effect of resistance exercise and protein ingestion. Am. J. Physiol. Endocrinol. Metab 300: 231-242.

Leave a Reply