News Update

Cheating Day: Berbahaya? atau tidak? ini faktanya!

ART - VII/2012 - Cheating Day: Berbahaya? atau tidak? ini faktanya!

Weekend adalah hari yang paling ditunggu-tunggu oleh Rio. Hanya saat weekend, dia bisa melupakan dada ayam kukus yang rasanya membosankan atau putih telur rebus yang lama-lama bikin eneg. Hanya saat weekend dia bisa “berpesta pora”: menyantap iga bakar, hamburger, atau mungkin ikut mencicipi Rainbow Cake kesukaan pacarnya. Teman-teman di gym bilang, “Nggak apalah sehari bolos diet, toh nggak bikin gemuk.”
 
Apakah Anda seperti Rio? Berarti sudah waktunya Anda simak artikel ini.
 
 
 
 
 
Cheating, Kawan atau Lawan?
 
Sayang sekali, belum ada penelitian yang membuktikan bahwa makan berlebihan (atau, istilah ilmiahnya, overfeeding) dalam satu hari mengakibatkan berat badan naik (atau malah turun). Walaupun begitu, satu penelitian yang dipublikasikan di European Journal of Clinical Nutrition menunjukkan, konsumsi berlebih karbohidrat, protein, atau lemak dalam satu hari mengakibatkan pembakaran lebih banyak terhadap nutrisi tersebut keesokan harinya1.
 
Pendapat pakar sendiri bervariasi. Mereka yang pro mengatakan, cheating day “menggenapi” kekurangan kalori selama Anda melakukan program pembatasan Kalori, atau sebagai reward akan “keberhasilan” Anda menjalankan pola makan rendah lemak2. Sementara itu, mereka yang kontra mengemukakan, cheating day seolah mengesahkan kalau pola makan sehat itu menjemukan, atau menjebak Anda menjadi rakus dan makan lebih banyak3. Selain itu, pengertian cheating tiap orang berbeda, mungkin cheating bagi Anda hanyalah satu porsi banana split, tidak seperti Rio.
 
Jadi, apakah cheating days aman atau malah berbahaya? Lagi-lagi hanya Anda sendirilah yang bisa menjawabnya. Ingat prinsip kalori berlebih sama dengan simpanan lemak? Kebanyakan pria memang malas menghitung kalori, namun pendekatan kalori adalah pendekatan yang bisa membantu mencegah Anda makan terlalu banyak. Dan lagi, banyak hal yang bisa dilakukan untuk tetap mengurangi sebagian kalori dan lemak dari cheat meals, seperti menyisihkan kulit ayam goreng atau berbagi cheesecake dengan pasangan. Anda bisa menyimak lebih lanjut tips-tips serupa di sini (Holiday Eat Tips).
 
Seperti dikatakan oleh Benyamin Franklin, “we eat to live, not live to eat.” Setuju?
 
 
Referensi:

  1. Johnstone, A.M., Stubbs, R.J., Harbron, C.G. (1996). Effect of overfeeding macronutrients on day-to-day food intake in man. Eur J of Clin Nut 50(7):418-30
  2. Livestrong. (2011). The Art and Science of Cheat Meals. http://www.livestrong.com/article/542505-the-art-and-science-of-cheat-meals/ [25 Juni 2012]
  3. Livestrong. (2010). Cons of the Cheat to Lose Diet. http://www.livestrong.com/article/195751-cons-of-the-cheat-to-lose-diet/ [25 Juni 2012]

Leave a Reply