Jantung Juga Butuh Protein

Fitness

Pastinya Anda tahu pasti, bahwa protein merupakan nutrisi penunjang pembentukan tubuh ideal dan atletis. Untuk mendapatkan tubuh berotot dan lebih kencang, protein mutlak dibutuhkan. Namun, ternyata fungsi protein tidak hanya itu saja, karena protein ternyata juga sangat penting bagi kesehatan jantung.
 
Protein dan Fungsi Tubuh
 
Protein merupakan salah satu suplemen utama yang diperlukan untuk menjalankan fungsi-fungsi tubuh dengan baik. Pentingnya protein sebenarnya sudah dapat diketahui dari namanya. Kata protein berasal dari bahasa Latin, yaitu prota, yang berarti sesuatu yang utama dan penting.
 
Seperti halnya zat gizi utama lainnya, protein merupakan komponen penyusun sel-sel di dalam tubuh. Protein juga berperan dalam proses-proses metabolisme yang terjadi di dalam tubuh, terutama sebagai enzim yang membantu mempercepat terjadinya reaksi-reaksi di dalam tubuh dan sistem kekebalan tubuh. Tidak hanya itu, penelitian menunjukkan bahwa protein juga penting untuk menjaga kesehatan jantung.
 
Protein dan Tekanan Darah
 
Hasil penelitian yang tercantum pada American Journal of Clinical Nutrition menunjukkan adanya hubungan yang berlawanan antara tingkat konsumsi protein dan tekanan darah. Hasil penelitian ini memperlihatkan adanya tekanan darah yang lebih rendah pada orang-orang yang memiliki tingkat konsumsi protein yang lebih tinggi. Selain itu, terbukti bahwa kombinasi pola makan yang relatif tinggi protein (18% dari total kalori yang dikonsumsi), serta tinggi buah-buahan dan sayuran dapat membantu terjadinya penurunan tekanan darah yang lebih efektif.
 
Protein dan Lemak Darah
 
Sebuah penelitian yang tercatat pada Journal of the American College of Nutrition membuat perbandingan antara pola makan dengan 27 % protein dan pola makan dengan 16 % protein. Ternyata, mereka yang mengikuti pola makan dengan 27 % protein mengalami penurunan kadar trigliserida dan kolesterol-LDL dalam darah yang lebih tinggi. Kadar trigliserida dan kolesterol-LDL dalam darah sendiri berhubungan dengan tingkat risiko penyakit atheroscleoris atau penyumbatan pembuluh darah. Hal ini secara tidak langsung menunjukkan pentingnya konsumsi protein untuk membantu menurunkan tingkat risiko penyakit atherosclerosis.
 
Protein dan Penyakit Jantung
 
Data menunjukkan bahwa tingkat kematian akibat penyakit jantung pada beberapa negara di Asia (termasuk Jepang dan China) lebih tinggi apabila dibandingkan dengan negara-negara di Eropa. Hal ini diyakini berhubungan dengan pola makan pada negara-negara di Asia tersebut, di mana tingkat konsumsi proteinnya rendah namun tingkat konsumsi garamnya tinggi.
 
Namun, tingkat kematian akibat penyakit jantung di Jepang dan China kini telah mengalami penurunan yang cukup drastis. Hal ini diyakini berkaitan dengan semakin meningkatnya tingkat konsumsi protein (termasuk daging, telur, dan susu) di negara-negara tersebut, yang diiringi dengan semakin baiknya pengobatan untuk penyakit tekanan darah tinggi.
 
Hal ini juga didukung oleh hasil penelitian, seperti tercantum pada Journal of the American College of Nutrition, yang membandingkan pola makan dengan 24 % protein dan pola makan dengan 15 % protein. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa mereka yang mengikuti pola makan dengan 24 % protein memiliki tingkat risiko penyakit jantung yang lebih rendah.
 
Jangan Asal Pilih
 
Meskipun penelitian menunjukkan bahwa konsumsi protein yang lebih tinggi dapat membantu menjaga kesehatan jantung, namun tidak semua sumber protein itu baik. Beberapa sumber protein, seperti daging merah dan susu tinggi lemak, justru buruk untuk kesehatan jantung karena banyak mengandung kolesterol dan lemak jenuh.
 
Karena itu, pilihlah sumber protein yang rendah lemak, sehingga lebih sehat, seperti susu rendah lemak, tinggi protein. Jadi, jangan lupa untuk mengatur pola makan yang sehat dengan diikuti olahraga dan fitnes secara teratur.
 
 
Copyright L-Men Institute Januari 2008