News Update

Karantina L-Men of the Year 2013 : Day 1, 2 dan 3

Pembuatan Video Opening L-Men of the Year 2013

Selepas melakukan audisi regular di 13 kota, akhirnya 20 grand finalist L-Men of the Year 2013 memasuki hari pertama karantina. Tiba di Jakarta, para grand finalist segera menuju Bianco Salon (@BiancoSaloon) di Plaza Indonesia untuk melakukan make over. Ditangani langsung oleh para hair stylish profesional, para grand finalist pun semakin percaya diri dengan penampilan baru mereka. “Saya puas dengan gaya rambut European Style ini. Keren! Membuat saya tampil lebih percaya diri”, ungkap Wira, grand finalist perwakilan Riau.

 

Setelah memiliki gaya rambut yang baru, 20 grand finalist L-Men of the Year 2013 kemudian datang menuju kantor Nutrifood. Kegiatan office tour menjadi hal pertama yang mereka lakukan, setiba di kantor Nutrifood yang sangat mendukung gaya hidup sehat. Setelah puas berkeliling kantor Nutrifood yang nyaman dan artistik, para peserta pun melanjutkan kegiatan mereka seperti fitting untuk fashion photoshoot hingga belajar menjadi health presenter.

 

Masih berlangsung di Kantor Nutrifood, karantina L-Men of the Year 2013 resmi dibuka pada malam harinya.  Sebelum pembukaan, para peserta diminta untuk mengumpulkan sampel urin. Hal ini ditujukan untuk melihat apakah mereka menggunakan steroid atau narkoba. Acara kemudian dilanjutkan dengan kelas catwalk class oleh Alben Ayub Andal (@albenayubandal). “Berjalanlah sebagai seorang inspirator yang bersahabat, bukan model ataupun bodybuilder“, tegas Alben saat kelas catwalk berlangsung.

 

Selesai menjalani kelas catwalk, para grand finalist pun segera mengikuti kelas berikutnya yang diberikan oleh Samsung (@Samsung_ID). Di kelas ini masing-masing peserta mendapatkan Samsung Galaxy Chat, untuk update kegiatan mereka selama karantina berlangsung lewat sosial media. “Surprise banget nih, kita dapat Samsung Galaxy Chat. Thanks Samsung!” tutur grand finalist termuda perwakilan Jawa Tengah, Lutfi.

 

Agenda para grand finalist di hari kedua karantina L-Men of the Year 2013 dimulai dengan melakukan shooting video. Video tersebut akan menjadi video pembuka di puncak acara nantinya. Setelah itu, kegiatan mereka berlanjut dengan melakukan photoshoot bersama fotografer profesional, Wong Sim (@wngsim)  di studio Gaharu, kawasan Cipete Jakarta Selatan. Nampak para grand finalist sangat antusias mengikuti kegiatan karantina hari ini.

 

Tema utama dari photoshoot mereka kali ini adalah fashionable sporty. Melalui photoshoot ini para grand finalist diajak untuk menerjemahkan filosofi the shoot, yakni  selalu fokus dalam mencetak tujuan. Para grand finalist berpose dengan penuh gaya sambil memperagakan berbagai macam olahraga. Menurut Grand Finalist perwakilan Jawa Barat, David, pengalaman photo session bertajuk olahraga ini sangat menarik karena sesuai dengan tema L-Men of the Year 2013“The Shoot”. “Saya sangat tertantang dalam melakukan berbagai macam gerakan olahraga basket. Seru!” kata David dengan puasnya.

 

Albern, Grand Finalist perwakilan Sumatera Utara menambahkan bahwa photoshoot kali ini sangat seru, karena dia dipasangkan dengan David yang sama-sama hobi bermain basket. Mereka melakukan gerakan shooting, passing sekaligus bergaya menjadi atlet basket yang handal. Grand finalist lainnya juga mendapatkan olahraganya masing-masing, bukan perkara yang mudah melakukan olahraga sambil difoto.

 

Totalitas yang maksimal tetap grand finalist tunjukkan meskipun sempat terjadi cedera kecil saat photo session berlangsung. Seperti yang dialami oleh Irwin, perwakilan Sulawesi Tenggara. Berperan sebagai seorang striker yang mau tak mau membuat lutut dan kakinya terluka karena gaya first strike yang dilakukannya saat menendang bola. “Meski harus take berulang kali dan kaki terasa pegal, ini merupakan pengalaman luar biasa dan tidak terlupakan”, ujarnya.

 

Masalah juga dialami oleh Andry, Grand Finalist perwakilan Kalimantan timur. Menurutnya, dia sedikit kesulitan untuk menyesuaikan mimik wajah di setiap photoshoot. “Kata pengarah gaya, muka saya terlalu galak, padahal saya lagi tidak marah”, ceritanya sambil tertawa.

 

Menurut Wong Sim, seluruh grand finalist sudah memiliki modal dan bakat yang besar. “Tinggal dikembangkan saja. Karena kedepannya mereka masih memiliki cukup ruang untuk memperbaiki diri seperti pose, mimik wajah dan sebagainya”, pungkasnya.

 

Hari ketiga karantina, para grand finalist masih menjalani proses photoshoot di kawasan cipete oleh fotografer profesional Andre Wiredja (@andrewiredja) dan melakukan shooting video di Shangri-La Hotel. Malamnya, mereka mengikuti kelas presenter dan public speaking oleh DJ Arie (@djarieschool).  Ternyata, untuk menjadi seorang public figure tak hanya cukup memiliki tubuh yang bagus, cara berbicara dan sikap yang positif juga harus dibangun. “Mereka masih muda dan memiliki semangat untuk terus belajar bagaimana mengembangkan diri meraih semua mimpi”,  ungkap oleh Dj Arie seusai memberikan materi di kelas presenter.

 

Pengalaman dan berbagai macam pelajaran baru di hari pertama hingga ketiga ini, tentu akan menjadi modal bagi para grand finalist untuk menjalani karantina di hari-hari berikutnya. Tetap semangat brothers! Trust Me, It works!

 

Rico – Sumatera Selatan saat make over

Mario – DKI Jakarta saat make over

Kelas Catwalk oleh Alben Ayub Andal

Seluruh Grand Finalist berfoto dengan Alben Ayub Andal

Diego – Sulawesi Tengah saat kelas catwalk

Wira – Riau saat kelas presenter

Evan – DI Yogyakarta dalam photo session

Juara – Sulawesi Utara dalam photo session

Irwin – Sulawesi Tenggara dalam photo session

 

Video Liputan :

Karantina L-Men of the Year 2013 Day 1

Karantina L-Men of the Year 2013 Day 2

Karantina L-Men of the Year 2013 Day 3

Wira – Riau saat kelas presenter

Leave a Reply