Liburan dan Naiknya Berat Badan

Gaya Hidup

Apa sih bagian paling tidak menyenangkan dari liburan panjang? Apakah kenyataan di hari terakhir kalau besok sudah harus kembali beraktivitas? Daftar oleh-oleh yang merepotkan dari kerabat (yang tidak terlalu) dekat? Atau malah ketakutan naik lagi ke atas timbangan karena sadar wisata kulinernya kebablasan?

Tidak, kami tidak mengada-ada. Holiday weight gain really is a thing to watch out for. Misalnya saja hasil  penelitian yang dimuat di jurnal Physiology & Behavior tahun 2016. Kenaikan berat badan akibat berlibur yang teramati di studi tersebut, serta studi-studi sebelumnya, diestimasi sebesar 0,3 kg hingga 0,6 kg, untuk durasi liburan selama 3 minggu hingga 2 bulan. Memang terlihat kecil, namun kenaikan berat berat badan tersebut tidak serta-merta hilang dengan sendirinya. Malah, diperkirakan bahwa holiday weight gain berkontribusi signifikan terhadap naiknya berat badan menahun sekitar 1 kg. Tentunya ini kabar buruk untuk usaha Anda mendapatkan tubuh sehat dan ideal.

Apa sih penyebab utama naiknya berat badan saat liburan? Para peneliti di studi tersebut menetapkan asupan makanan yang berlebihan sebagai tersangka utama. Menariknya, baik rutinitas olahraga sebelum liburan maupun menaiknya aktivitas fisik selama liburan (terutama dalam bentuk berjalan kaki) tidak dapat menolong Anda agar terhindar dari bertambahnya berat badan. Ternyata pepatah yang berbunyi you cannot outtrain a bad diet itu benar adanya.

Lalu, bagaimana caranya supaya angka di timbangan tidak melambung sepulang liburan? Berbagai pakar nutrisi dan diet sepakat, moderation is key. Walaupun sedang liburan, jangan lupakan sarapan dengan menu sehat dan nutrisi seimbang supaya tidak kelaparan dan kalap di jam-jam kritis. Bila Anda hobi ngemil, siapkan snack sehat seperti kacang garing unsalted untuk dicemil saat ingin—asalkan jangan sampai cemilan sehat Anda habis bahkan sebelum perjalanannya dimulai, atau sediakan L-Men Protein Bar, snack dengan whey protein yang rendah lemak dan tinggi serat. Dan, walaupun mencicipi kuliner setempat adalah hal wajib saat liburan, makanlah dalam porsi kecil dan nikmati perlahan-lahan. Selain baik untuk mencegah sixpack Anda tetap kentara,  makanan yang dimakan perlahan rasanya akan lebih lezat dibanding bila Anda makan secepat orang kelaparan.

Mendapatkan tubuh yang sehat dan ideal harusnya merupakan sebuah perjalanan yang terus-menerus dilakukan. Dan tentunya, alangkah sayang bila usaha Anda selama berbulan-bulan tersabotase oleh euforia liburan yang hanya dua-tiga minggu saja. Karena itu, let’s keep on track and seize that healthy and ideal body!

Ref:

  1. Cooper, J. A., & Tokar, T. (2016). A prospective study on vacation weight gain in adults. Physiology & behavior, 156, 43-47.
  2. (2005). Avoid Vacation Weight Gain: 5 Simple Rules. Diakses dari http://www.webmd.com/diet/features/avoid-vacation-weight-gain-5-simple-rules#1 [07-08-2017]
  3. Everyday Health. (Tanpa tahun). 8 Ways to Avoid Weight Gain On Vacation. https://www.everydayhealth.com/healthy-travel-pictures/skip-the-souvenir-pounds-this-summer.aspx#05 [07-08-2017]