Mitos – Mitos sex bagi yang melakukan Fitnes

Fitness

Percaya mitos? Banyak orang berpikir bahwa latihan hanya bermanfaat bagi kesehatan atau pembentukan tubuh yang ideal, namun hanya sedikit yang mengerti bahwa intensitas dan frekuensi latihan ternyata juga berfungsi untuk meningkatkan performa dalam melakukan hubungan seksual. Tidak percaya? Simak artikel berikut untuk lebih tahu lebih banyak mitos atau fakta lainnya mengenai latihan dan hubungan seksual bagi kalian para pria aktif.

Berbagai jenis latihan di pusat kebugaran dapat meningkatkan performa seks, myth or fact?

Definitely fact! Ketika anda latihan (aerobic and weight/strength training), Anda justru tidak sadar bahwa hal itu mempunyai efek tidak langsung terhadap performa Anda ketika berhubungan seksual. Weight atau strength training dapat meningkatkan ketahanan tubuh Anda dan meningkatkan produksi hormon testosteron, di mana hormon ini sangat penting untuk memproduksi libido dari seorang pria. Selain itu, latihan jenis ini juga dapat meningkatkan ketahanan otot ketika melakukan hubungan intim dengan “posisi” yang tidak biasa. Aerobic training juga bagus untuk meningkatkan performa ketika melakukan hubungan intim. Latihan jenis ini dapat memperlancar sirkulasi darah dan memastikan seorang pria dapat “siap bermain” lebih lama. Have a nice sex bro!

Semakin sering latihan (fitnes) atau berolahraga maka performa seks Anda akan semakin meningkat, myth or fact?

Fact jika latihan (fitnes) dilakukan secara tidak berlebihan atau sesuai kemampuan tubuh; dan Myth jika latihan dilakukan berlebihan. Latihan yang berlebihan dapat mengakibatkan kelelahan berlebihan sehingga mengganggu pola tidur dan mood Anda. Hal ini tentunya dapat mengganggu waktu bermesraan dengan pasangan Anda juga bukan?

Latihan kegel biasa dilakukan hanya untuk wanita pasca-melahirkan, myth or fact?

Nope, pernyataan ini dapat dianggap mitos belaka. Bagi ibu pasca-melahirkan dimana otot pubococcygeus (pelvic floor muscle)-nya menjadi lemah memang disarankan untuk melakukan latihan kegel. Sedangkan pada pria, peningkatan kekuatan otot tersebut dapat membantu untuk pria yang mengalami erectile dysfunction atau ejakulasi dini; longer pleasure for you and your couple.

Seks dapat membantu membakar kalori, myth or fact?

Pernyataan ini bisa dikatakan fakta tergantung dari berat badan dan cara melakukan seks. Pembakaran kalori di masing-masing tubuh pria berbeda-beda, di mana biasanya kalori yang terbakar setelah melakukan seks biasanya sekitar 7 kalori per 5 menit untuk pria dengan berat badan sekitar 75 kg.

Tetap saja, menggantikan latihan atau olah raga dengan berhubungan seks untuk membakar kalori bukanlah ide yang bagus. Nyatanya, waktu rata-rata untuk berhubungan seks hanya sekitar 3 sampai 8 menit, belum termasuk foreplay. Di atas waktu itu, rasa tidak nyaman mungkin akan muncul, baik pada pihak pria maupun wanita.

Yoga dapat meningkatkan performa seks, myth or fact?

It’s true. Yoga dapat membantu untuk menjaga dan meningkatkan kefleksibelan tubuh Anda. Hal ini penting untuk Anda dan pasangan Anda yang ingin mencoba beberapa “posisi” yang kadang butuh fleksibilitas tinggi ketika Anda berhubungan intim. Pastinya, latihan ini dapat membantu Anda menghindari keram atau terkilir akibat “posisi-posisi” tersebut.

So, jika Anda sudah mulai tidak termotivasi untuk melatih tubuh Anda atau berolah raga, ubahlah pola pikiran Anda untuk menyenangkan pasangan Anda. Seperti kata pepatah “sekali mendayung 2-3 pulau terlewati”; Anda mendapatkan tubuh yang sehat dan pasangan Anda pun terpuaskan.
Wanna try?

References
http://www.everydayhealth.com/mens-health/exercises-to-improve-your-sex-life.aspx
http://exercise.about.com/cs/exercisehealth/a/sexandexercise.htm
http://www.everydayhealth.com/mens-health/great-sex-tips-for-men.aspx
http://www.webmd.com/sex-relationships/features/10-surprising-health-benefits-of-sex
http://www.mentalhelp.net/poc/view_doc.php?type=doc&id=29701&cn=10
http://www.webmd.com/diet/healthtool-fitness-calorie-counter