News Update

More Food when Bad Mood?

ART - IV/2009 - More Food when Bad Mood?

Pada saat kapan, nafsu makan Anda melambung tinggi? Pada saat lelah? Pada saat ingin tidur? Atau justru pada saat Anda sedang bad mood? Jika Anda tergolong dalam kelompok yang terakhir, berarti Anda harus mengetahui konsep sensitivity to reward, yang dapat menjelaskan mengapa Anda cenderung makan banyak saat mood jelek menyerang. Padahal dengan semakin kompleksnya problematika hidup, tak jarang bad mood menyerang Anda, lalu apakah semuanya harus dilampiaskan dengan makan dan makan lagi?
 
Sensitivity to Reward: Are you High or Low?
 
Sensitivity to reward (STR) adalah kepribadian seseorang yang berhubungan erat dengan ketersediaan dopamine hormone (senyawa yang berfungsi untuk menghantarkan sinyal-sinyal di dalam sistem syaraf) pada jalur mesocorticolimbic yang mengatur tingkat kepuasan. STR biasa digunakan untuk menjelaskan hubungan antara kepuasan dan makanan atau obat-obatan.
 
Tingkat STR dapat diukur dengan menggunakan kuisioner khusus yang dikenal dengan nama The Sensitivity to Reward Scale. Kuisioner ini berisi 24 pertanyaan yang berhubungan dengan situasi-situasi yang mana seseorang akan berusaha untuk memperoleh kepuasaan mulai dari uang, seks, peristiwa-peristiwa sosial, kekuasaan, hingga cara-cara pencarian kepuasaan tersebut.
 
Mereka yang memiliki skor yang tinggi pada kuisioner inilah yang memiliki high sensitivity to reward. European Journal of Personality menyatakan bahwa mereka yang memiliki skor tinggi ini cenderung memiliki sifat impulsif. Sifat impulsif berarti mereka cenderung bertindak dengan adanya keinginan dan dorongan yang mendadak dan spontan.
 
High Sensitivity to Reward
 
Nah, bagi Anda yang memiliki high sensitivity to reward, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan.
 
Pertama, berhati-hatilah dengan berat badan Anda. Hasil penelitian yang tercantum pada jurnal Appetite menunjukkan adanya hubungan antara high sensitivity to reward dan berat badan yang lebih tinggi. Mereka yang memiliki high sensitivity to reward ternyata memiliki kecenderungan untuk makan secara berlebihan, terutama pada saat bad mood atau stress. Parahnya, makanan yang banyak dikonsumsi adalah makanan yang manis dan berlemak. Selain itu, mereka yang memiliki high sensitivity to reward ternyata juga cenderung meremehkan porsi makanan, seperti tercantum jurnal Eating and Behavior. Hal ini menyebabkan mereka cenderung makan pada porsi yang lebih besar yang berarti lebih banyak kalori yang masuk.
 
Kedua, hati-hatilah saat mengendarai mobil. Jurnal Accident: Analysis and Prevention menyatakan bahwa mereka yang memiliki high sensitivity to reward ternyata lebih sering melanggar peraturan lalu lintas. Wah, berbahaya bagi diri sendiri dan orang lain nih.
 
How to Handle This?
 
Untuk mengatasi masalah berat badan tersebut, coba alihkan perhatian Anda dari makanan. Salah satunya dengan melakukan fitnes rutin. Fitnes yang dilakukan secara rutin, terbukti dapat mengalihkan perhatian Anda, terutama dari makanan. Olahraga dan fitnes secara teratur juga diketahui dapat membantu mengurangi stres sehingga Anda akan selalu bahagia dan terhindar dari makan berlebih saat bad mood. Selain itu, fitnes tentu saja dapat membantu Anda membakar kalori.
 
Untuk mengatasi masalah pelanggaran, semuanya tentu kembali kepada Anda, coba disiplinkan diri dan ingatlah bahwa perbuatan Anda bisa merugikan diri dan orang lain.

Leave a Reply