News Update

Pertolongan Pertama Pada Cidera!

shutterstock_95679289

Bayangkan pertandingan basket di akhir minggu. Anda berusaha meraih bola dari lawan dan mencetak skor untuk tim Anda. Niat awal senang-senang berubah menjadi pertandingan mempertahankan harga diri. Situasi pun memanas. Dan… tiba-tiba saja, salah seorang rekan Anda tersungkur di tengah lapangan sambil memegangi kakinya. Apa yang akan Anda lakukan?

 

Kenali cideranya

Tuntutan pertama Anda adalah kenali jenis cidera teman Anda. Apakah mungkin dia terkena patah tulang? Patah tulang biasanya ditandai dengan bentuk tubuh yang berubah, serta sakit apabila digerakan. Bila teman Anda terkena patah tulang, segera—kami ulangi, segera—cari bantuan medis.

 

Bila cidera teman Anda adalah akibat terpukul hingga lebam, misalnya, atau keseleo di pergelangan tangan dan/atau mata kaki, Anda bisa membantu mempercepat kesembuhannya. Kuncinya dua: kecepatan penanganan, serta pertolongan pertama yang tepat.

 

Lakukan pertolongan pertama (P.R.I.C.E.)

Protection. Ketika kecelakaan terjadi, hentikan kegiatan olahraga. Segera ungsikan korban ke tempat yang aman, serta jauhkan korban dari risiko benturan.

 

Rest. Istirahatkan bagian yang cidera, usahakan agar tidak banyak bergerak.

 

Ice. Aplikasikan cold pack atau es batu yang digerus (dalam kantong) ke sekitar area yang terkena cidera. Usahakan agar es tidak kontak langsung dengan luka (bila terjadi luka), dan jangan tempelkan es ke kulit lebih dari 15 menit. Es dapat mengurangi rasa sakit serta menghambat aliran darah ke area yang terluka sehingga mencegah pembengkakan terlalu parah.

 

Compression. Bebat dengan plester/perban di sekeliling area yang membengkak. Bila denyut nadi di daerah tersebut sampai teraba oleh tangan, longgarkan sedikit ikatannya. Pembebatan dapat mencegah luka membengkak, juga untuk mengurangi rasa sakit.

 

Elevation. Naikkan daerah yang cidera hingga lebih tinggi dari jantung, bila memungkinkan. Hal ini bertujuan untuk memperlambat aliran darah ke area yang cidera. Bila cidera terjadi di mata kaki, misalnya, rebahkan korban dan sangga kakinya dengan satu atau dua bantal.

 

Setelah pertolongan pertama

Bila semua berjalan lancar, proses pemulihan akan berlangsung selama sehari hingga dua hari. Setelah daerah yang terkena cidera tampak membaik, Anda sudah bisa kembali berolahraga. Namun, mulailah dengan intensitas rendah, kemudian perlahan-lahan menaik. Perlu diperhatikan, jika tanda-tanda perbaikan tidak juga muncul setelah 48 jam, segera hubungi dokter.

 

Jadi, sekarang Anda sudah siap menjadi “penolong” di lapang olahraga, bukan?

 

Ref:

Quinn, E. 2008. Fracture – Broken Bone – Diagnosis and Treatment.

Quinn, E. 2011. First Aid for Soft Tissue Injuries – Start with the PRICE Protocol.

Leave a Reply