News Update

Protein for Your (Ripped) Muscle

ART - IV/2012 - (ii) - Protein for Your (Ripped) Muscle

Sejak masih TK hingga sekarang, Anda mungkin sering mendengar pentingnya protein bagi tubuh Anda. Di gym, protein seolah-olah “naik pangkat” dan didewakan oleh semua orang yang ingin meraih sixpack—termasuk personal trainer Anda, mungkin. Kemungkinannya hanya dua: Anda ikut ter-brainwash dan mulai mengonsumsi protein lebih banyak, atau Anda bertanya-tanya, benarkah protein sepenting itu?
 
Protein adalah satu dari tiga makronutrisi yang mutlak dibutuhkan tubuh setiap harinya; dua makronutrisi lainnya adalah karbohidrat dan lemak. Namun, dibandingkan karbohidrat dan lemak yang hanya dibutuhkan tubuh sebagai sumber energi, protein memiliki lebih dari satu fungsi, salah satunya adalah membentuk otot dalam tubuh. Otot merupakan simpanan protein yang paling banyak dalam tubuh (sekitar 40% dari total protein dalam tubuh)1, sehingga ahli nutrisi menyarankan untuk menambah konsumsi protein harian untuk orang-orang yang ingin menambah massa otot2.
 
 
Asas paling penting dalam pembentukan otot adalah otot yang dibentuk harus lebih banyak dibandingkan dengan otot yang diurai. Masalahnya adalah, tubuh cenderung mengurai otot terutama ketika Anda duduk diam dalam waktu lama (seperti sedang bekerja atau menonton TV)2. Hal ini karena tubuh tetap membutuhkan energi, dan energi dari protein otot lebih mudah didapat dibandingkan energi yang tersimpan dalam lemak. Saat Anda fitnes, sebenarnya Anda secara sadar merusak otot Anda sendiri2. Bila Anda tidak mengonsumsi protein sebelum dan sesudah fitnes, tentunya tubuh Anda akan kekurangan “bahan mentah” untuk memperbaiki otot yang rusak tersebut dan pertumbuhan otot tidak akan terjadi.
 
Salah satu solusinya adalah mengonsumsi protein, baik saat tidak fitnes maupun saat fitnes. Konsumsi snack tinggi protein seperti L-Men Amino Bar atau L-Men Hi Protein 2 GO saat Anda tidak berolahraga, akan menyelamatkan otot Anda dari penguraian2. Tambahkan asupan suplemen tinggi protein sebelum dan sesudah fitnes, dan pembentukan otot Anda akan lebih optimal dibandingkan bila Anda tidak mengonsumsi protein saat fitnes2. FYI, suplemen protein lebih baik dikonsumsi sekitar 30-45 menit sebelum dan atau 2 jam sesudah latihan untuk menunjang peningkatan lebih besar dalam hal massa otot3. Konsumsi suplemen dengan kandungan protein tinggi seperti L-Men Platinum, atau jika Anda malas membawa shaker, Anda bisa mengonsumsi L-Men Hi Protein 2 GO yang praktis dan tetap tinggi protein.
 
 
Referensi:

  1. Jeukendreup, A. & Gleeson, M. 2004. Sports Nutrition. USA: Human Kinetics
  2. Rodriguez NR, Gaine PC. 2007. Get the essentials: protein in the diets of healthy, physically active men and women. ACSM’S Health & Fitness Journal 11 (2): 13-17.
  3. Phillips SM, Tang JE, Moore DR. 2009. The role of milk- and soy-based protein in support of muscle protein synthesis and muscle protein accretion in young and elderly persons. Journal of the American College of Nutrition 28 (4): 343–354

Leave a Reply