News Update

Protein vs Umur

ART - IV/2012 - Protein vs Umur

Memiliki tubuh atletis ideal adalah “investasi” untuk tetap bugar di hari tua. Namun, kebanyakan orang takut untuk memulai terlalu dini (jawabannya: tidak ada kata terlalu dini; selama beban yang diangkat tidak terlalu berat, fitnes justru memiliki efek positif bagi tubuh remaja). Walaupun begitu, lebih banyak lagi orang yang merasa “terlalu tua” untuk mulai—atau kembali—berolahraga. Benarkah berolahraga, terutama berlatih beban, hanya menjadi monopoli orang-orang usia produktif? Benarkah fitnes memiliki batas umur dan berolahraga di usia senja itu tidak baik?
 
(Never) Too Late for Redemption
 
Menjadi tua dianggap identik dengan “rapuh”, “mudah sakit”, dan “tidak bugar”. Namun itu hanya terjadi apabila, ketika muda dulu, tubuh tidak dijaga dengan pola hidup sehat. Studi menunjukkan, atlet lari jarak jauh memiliki lebih sedikit masalah kesehatan, terutama sendi, dan bertubuh lebih ramping dibanding teman sebayanya yang jarang berolahraga1.
 
 
 
 
 
 
Dan, percaya atau tidak, fitnes adalah kunci untuk mencapai kebugaran di usia senja, bahkan ketika Anda tidak lagi merasa muda. Fitnes secara teratur bisa mencegah tubuh mengalami sarcopenia, yaitu susutnya massa otot seseorang akibat penuaan, dan berpengaruh pada tingkat kebugaran2. Masih khawatir kalau Anda terlalu tua dan “lemah” untuk mengangkat dumbbell? Sebuah penelitian membuktikan, pria dan wanita berumur 60 tahun yang berolahraga secara rutin bisa memiliki tingkat kebugaran yang sama dengan seseorang yang berumur 30 tahun1.
 
(How to) Reverse the Time
 
Olahraga, terutama fitnes,memang tidak akan membuat kulit anda kencang kembali tetapi, bila dilakukan teratur, bisa mengembalikan kebugaran Anda seperti muda dulu. Anda yang berumur 55 tahun atau lebih disarankan untuk melakukan fitnes dua kali seminggu dengan beban ringan dan repetisi tinggi. Pendampingan oleh personal trainer mungkin dibutuhkan, untuk mencegah kesalahan yang bisa menyebabkan cedera (seperti menurunkan bar terlalu rendah saat bench press)1.
 
Apabila Anda telah memasukkan fitnes sebagai bagian dari keseharian Anda, tak peduli apakah Anda berumur 30 atau bahkan 60 tahun, kebutuhan protein harian Anda akan lebih tinggi dari orang-orang yang tidak fitnes, sekitar 1,6 sampai 2 gram perkilogram berat badan perhari2. Bahkan, kebutuhan protein untuk orang tua sebenarnya memang lebih banyak, baik yang rutin fitnes maupun tidak. Hal ini karena otot pada orang tua lebih mudah terurai dibandingkan orang yang lebih muda, sehingga protein ekstra dibutuhkan untuk mengembalikan otot yang telah terurai3.
 
Dari mana protein ekstra tersebut berasal? Kecuali bila Anda memiliki alergi khusus (misalkan alergi ikan laut), Anda bisa mendapatkan protein ekstra tersebut dari mana saja. Sebuah penelitian menemukan kenaikan massa otot yang hampir serupa pada orang tua yang mengonsumsi protein daging (beef) dan protein kedelai (soy)3. Akan tetapi, penuaan pada mulut dan gigi mungkin menyebabkan sulitnya mengonsumsi daging yang terlalu liat, misalnya. Oleh karena itu, produk susu berprotein tinggi bisa membantu Anda meningkatkan asupan protein harian untuk menjaga massa otot dan, pada akhirnya, kebugaran Anda.
 
Jadi, kata siapa Anda tak bisa bugar di usia senja?
 
 
Referensi:

  1. Hatfield, F.C. 2010. Fitness: The Complete Guide. CA: ISSA
  2. Evans, W.J. (2004). Protein Nutrition, Exercise and Aging. J Am Coll Nutr 23(6) 601S–609s
  3. Campbell, W.W. & Leidy, H.J. (2007). Dietary Protein and Resistance Training Effects on Muscle and Body Composition in Older Persons. J Am Coll Nut 26(6): 696S–703S

Leave a Reply