News Update

Recovery Terbaik Untuk Pertumbuhan Otot Maksimal!

ART - VI/2012 - Recovery Terbaik Untuk Pertumbuhan Otot Maksimal!

Malam itu, Anda baru saja menyelesaikan set latihan otot chest di gym. Sambil merasakan air hangat dari shower, Anda membayangkan akan istirahat esok hari, dan kembali gym sehari setelahnya. Lalu, tiba-tiba saja Anda teringat rencana futsal sepulang kerja bersama teman-teman kantor. Di satu sisi, Anda, yang cinta mati sepakbola, tak bisa melewatkan acara tersebut. Tapi, di sisi lain, Anda paham betul otot Anda butuh istirahat. Jangan khawatir, artikel ini akan menyelamatkan Anda dari dilema tersebut.
 
 
 
 
 
 
In Rest We Trust
Kebimbangan Anda sangatlah beralasan. Bagaimana tidak, istirahat adalah bagian yang sangat penting dalam pembentukan otot. Pada saat istirahat, tubuh beradaptasi dengan tekanan yang Anda berikan selama gym, dengan cara memperbaiki sel-sel otot yang rusak1. Bahkan, prinsip utama pembentukan otot adalah pemberian tekanan secara berkala pada otot, diselingi istirahat yang cukup, agar dihasilkan otot yang lebih kuat dan lebih besar. Banyak pakar yang menyarankan untuk memberi waktu istirahat pada otot selama 48 jam2.
 
A new way of Resting
Bagaimana Anda memaknai kata “istirahat”? Apakah tidur lebih cepat, tidak berolahraga, atau menonton bola semalaman? Bagaimana bila ternyata, ketika Anda memakai waktu istirahat Anda untuk tetap bergerak, Anda bisa pulih lebih cepat dan optimal?

Memperkenalkan cara baru untuk beristirahat: active recovery. Berlawanan dengan pengertian “istirahat” pada umumnya, Anda beristirahat justru dengan berolahraga. Tentunya bukan sekadar berolahraga, namun berolahraga dengan intensitas rendah, yakni sekitar 30% dari intensitas biasa3. Beberapa contoh olahraga intensitas ringan misalnya jogging atau berenang gaya dada sepanjang 50 m4.

Olahraga ringan adalah inti dari active recovery. Dan, dalam beberapa kasus, active recovery lebih bermanfaat dibandingkan istirahat biasa. Ketika diujikan pada atlet rugby, active recovery justru mengoptimalkan recovery dan menginduksi rasa relaks4.

Jadi, untuk menjawab kebimbangan Anda, tidak ada salahnya untuk tetap futsal keesokan harinya, selama Anda tidak “terpancing” untuk futsal gila-gilaan. Ingatlah tujuan utama Anda adalah rekreasi dan beristirahat. Atau Anda bisa berperan sebagai penjaga gawang untuk menurunkan intensitas Anda. Akhir kata, jangan lupa dengarkan tubuh Anda; bila Anda merasa lelah dan tidak bertenaga, mungkin memang istirahat yang Anda butuhkan.
 
 
Referensi:
1. Quinn, E. (2012). Rest and Recovery after Exercise.
2. Sports Med 35 (10): 841 – 851, 2005
3. Quinn, E. 2008. Low intensity exercise may be better than complete rest after competition.
4. Br J Sports Med 38: 436–440, 2004

Leave a Reply