News Update

Soy Protein, Incredible but Humble

ART - IV/2009 - Soy Protein, Incredible but Humble

Fenomena menyedihkan, terutama untuk golongan ekonomi atas: makanan bukan lagi sebagai sumber tenaga tapi juga bagian dari gengsi. Bahkan banyak yang merasa gengsi untuk makan makanan murah seperti kedelai dan olahannya. Hal ini sungguh terjadi, di mana lauk dari kedelai justru dinilai memiliki kandungan nutrisi yang kurang lengkap, karena nilai jualnya yang murah. Padahal, bertolak belakang dengan anggapan itu, kedelai justru merupakan makanan murah yang mahal harganya.
 
Inexpensive, high-quality protein
 
Ada harga, ada barang. Produk berbasis kedelai yang harganya murah seringkali dipandang sebelah mata dan dianggap second-class food. Orang-orang pun lebih memilih produk susu sapi, daging atau telur untuk mencukupi kebutuhan nutrisinya, terutama protein.
 
Faktanya, nutrisi yang terkandung dalam kacang yang satu ini tidak kalah ”bergengsi” dibandingkan sumber-sumber hewani. Kedelai mengandung 40% protein yang kualitasnya hampir setara dengan putih telur. Kandungan asam aminonya juga tergolong cukup lengkap sehingga mendukung proses pertumbuhan tubuh.
 
 
 
Soy for weight management
 
Yang lebih mengagumkan, beberapa penelitian menunjukkan bahwa protein kedelai juga bermanfaat dalam weight management. Sebuah review yang dimuat di Obesity Review memaparkan bahwa protein kedelai sama baiknya dengan sumber protein lain dalam membantu penurunan berat badan. Dalam jangka pendek, protein kedelai mampu menurunkan nafsu makan dan asupan kalori. Penelitian lain yang dimuat di The American Journal of Clinical Nutrition menunjukkan bagaimana protein kedelai berperan dalam menurunkan kadar lemak darah.
 
Tidak hanya tubuh ideal, kesehatan jantung pun bisa tetap terpelihara dengan konsumsi protein kedelai. Benar, banyak uji klinis telah mengemukakan potensi protein kedelai dalam membantu menurunkan kolesterol. Tim peneliti dari Korea University dan Nestlé Research Center berhasil menemukan bahwa protein kedelai bisa menurunkan kadar kolesterol jahat dengan mempengaruhi aktivitas reseptornya.
 
Masih menganggap remeh tahu, tempe, atau susu kedelai? Jangan ragu untuk menambahkan kedelai dalam suplemen diet Anda sehari-hari. Dengan harga yang hemat, Anda dapat menikmati kelezatannya, sekaligus mendapatkan manfaatnya! (yun)

Leave a Reply