News Update

Tetap Lancar Saat Puasa

ART - IV/2009 - Tetap Lancar Saat Puasa

Tidur adalah kegiatan wajib yang harus dilakukan oleh setiap orang. Di sinilah kesempatan Anda untuk beristirahat total setelah lelah beraktifitas, terutama pada saat berpuasa. Selain itu, ternyata tidur juga merupakan salah satu rahasia dibalik kesuksesan membentuk tubuh atletis !
 
Hanya pada saat tidurlah terjadi perbaikan sel – sel tubuh yang rusak dan perkembangan massa otot. Oleh karena itu, mempunyai waktu yang cukup untuk tidur adalah sangat penting. Rata-rata orang dewasa membutuhkan waktu tidur 7 – 8 jam sehari. Selain itu, tidur juga harus berkualitas !
 


Tapi, tahukah Anda bahwa masalah itu bukan hanya karena porsi makannya yang berkurang saja? Ternyata otot juga memainkan peranan penting dalam menghasilkan energi agar Anda tetap fit. Selain untuk membakar lemak, otot juga merupakan penghasil energi. Jika jumlah otot yang ada di dalam tubuh Anda sedikit, maka kemampuan tubuh untuk membakar lemak dan menghasilkan energi selama fitnes juga berkurang.
 
Saat puasa, biasanya selain porsi makanan yang berkurang, kita juga cenderung untuk mengurangi olahraga, atau bahkan tidak sama sekali. Ini membuat kita merasa lemas. Akibat tidak berolahraga, massa otot kita bisa berkurang. Kekurangan asupan protein juga merupakan penyebab berkurangnya massa otot.
 
Ini biasa terjadi saat kita berpuasa. Kita cenderung untuk memilih mengonsumsi karbohidrat—seperti nasi—saat sahur agar perut terasa kenyang. Padahal dengan mengonsumsi makanan, terutama suplemen yang mengandung protein, massa otot kita akan lebih terjaga. Dampaknya? Energi yang dihasilkan pun akan lebih terjaga dan kita tidak mudah lelah, letih, atau lesu.
 
Banyaknya massa otot pada tubuh sangat dipengaruhi oleh ketersediaan asam amino yang disebut leusin. Leusin banyak tersedia pada makanan dan suplemen yang tinggi protein, seperti daging, susu, beras merah, dan kacang kedelai. Leusin juga sekarang banyak tersedia pada suplemen susu protein.
 
Selain itu, intensitas massa otot juga ternyata dipengaruhi oleh faktor usia. Semakin bertambah usia kita, semakin cepat pula proses kerusakan sel-sel pada otot bila kita kekurangan leusin. Mereka yang berusia 40 tahun ke atas biasanya mengalami pengurangan massa otot 2% lebih banyak dari sebelumnya. Karena itu mereka cenderung lebih cepat lelah daripada yang masih muda.
 
Penelitian terakhir di Amerika Serikat menunjukkan bahwa suplementasi leusin berhasil menghambat penurunan massa otot pada tikus. Karena itu disarankan bagi mereka yang berpuasa atau berdiet agar tetap mengonsumsi ekstra protein sehingga cakupan asam amino—khususnya leusin—dalam tubuh tetap terjaga.
 
Karena itu, ingatlah untuk tidak lupa mengonsumsi makanan dan suplemen berprotein saat sahur dan berbuka puasa agar kadar leusin dalam tubuh Anda selalu terjaga. Untuk memudahkannya, Anda bisa mengonsumsi susu suplemen tinggi protein yang kaya asam amino. Anda akan tetap berenergi sepanjang hari. Selain itu, Anda tidak mau mengambil risiko dipecat gara-gara ketiduran saat meeting, bukan?

Leave a Reply