News Update

Super Slow Training: Definition and Facts

ART - IV/2007 - Super Slow Training: Definition and Facts

Mungkin training jenis ini jarang terdengar di sekitar kita, tapi tak ada salahnya untuk tahu seluk beluknya bukan?

Super slow training adalah latihan yang dilakukan secara perlahan-lahan atau dengan gerakan yang lebih lambat. Jenis training ini sebenarnya sudah lama diperkenalkan oleh Ken Hutchins pada tahun 1970-an.

Regular Exercise vs Super Slow Training

Latihan biasa meliputi berbagai macam jenis latihan yang berbeda-beda dan dilakukan sebanyak beberapa set dengan 8 hingga 12 repetisi setiap setnya. Masing-masing repetisi dilakukan selama 7 detik, yang meliputi 2 detik untuk mengangkat, 1 detik bertahan, dan 4 detik untuk kembali ke posisi awal.

Super slow training meliputi 1 jenis latihan yang dilakukan sebanyak 1 set dengan 4 hingga 6 repetisi. Masing-masing repetisi dilakukan selama 14 detik (secara lambat), yang meliputi 10 detik untuk mengangkat dan 4 detik untuk kembali ke keadaan semula. Namun, perlu diingat bahwa melakukan super slow training tidak berarti melakukan latihan dengan sangat perlahan-lahan karena hal ini justru akan membuat Anda merasa kesakitan.

Is Super Slow Training Better?

Super slow training diklaim lebih efektif di dalam membantu meningkatkan kekuatan seseorang apabila dibandingkan dengan latihan biasa. Namun, hasil penelitian yang dilakukan para ahli dari George Washington University Medical Center membuktikan hal yang sebaliknya. Para ahli tersebut menemukan bahwa ternyata latihan biasa lebih efektif di dalam meningkatkan kekuatan seseorang apabila dibandingkan dengan super slow training, dimana peningkatan berat beban yang dapat diangkat sebelum dan sesudah latihan biasa lebih tinggi apabila dibandingkan dengan pada super slow training.

Super slow training juga diklaim lebih efektif di dalam membantu menurunkan berat badan. Namun, hasil penelitian yang tercantum pada Journal of Strength and Conditioning Research membuktikan bahwa hal ini tidak benar. Hasil penelitian ini membuktikan bahwa jumlah kalori yang dibakar pada latihan biasa ternyata lebih tinggi apabila dibandingkan dengan pada super slow training. Kenaikan laju metabolisme yang menunjukkan laju pembakaran kalori setelah melakukan super slow training juga lebih rendah apabila dibandingkan dengan latihan biasa.

Meskipun latihan biasa dapat memberikan hasil yang lebih baik terhadap peningkatan kekuatan dan jumlah kalori yang dibakar apabila dibandingkan dengan super slow training, bukan berarti super slow training tidak bermanfaat. Jangan menganggap bahwa latihan yang sedehana itu sia-sia.. Bagaimanapun, melakukan latihan tetap lebih baik dibanding tidak melakukan apapun..

Copyright L-Men Institute April 2007

Leave a Reply