News Update

Tahun Baru, Strategi Baru!

ART - XII/2009 - Tahun Baru, Strategi Baru!

Tahun lalu, Andi memutuskan untuk lebih rutin berlatih di gym. Maka, hari Senin berikutnya, Andi berangkat lebih pagi ke kantor agar bisa latihan di gym lebih dahulu. Teringat akan kerjaan yang menumpuk di kantor, Andi pun memutuskan untuk bekerja terlebih dahulu dan latihan sepulang kerja. Di penghujung hari, Andi sudah ada di depan TV nya; menonton pertandingan bola sambil makan keripik kentang. Pernah mengalami peristiwa seperti ini?
 
Bagi sebagian pria, melakukan olah raga bisa jadi sudah menjadi kebiasaan yang sudah mendarah daging. Tapi, bagi sebagian pria yang lain, butuh motivasi ekstra untuk mendatangkan diri Anda ke gym dan berlatih. Namun sayangnya, daya motivasi ini sering kali sudah Anda gunakan untuk memotivasi diri untuk menyelesaikan pekerjaan kantor , mendengarkan ocehan kekasih mengenai teman kerjanya, atau pun menahan diri untuk membeli smartphone terbaru yang baru keluar minggu lalu. Jadi, ketika hendak ke gym, pikiran Anda pun mengizinkan Anda untuk pulang ke rumah dan hanya menonton acara olah raga kesayangan. Tapi, Anda pun sebenarnya tahu menonton olahraga saja tidaklah cukup.
 
Kathleen Martin Ginis, PhD, dari Universitas McMaster mengatakan “ketika menggunakan pengendalian diri untuk berbagai hal, misalnya menghadapi deadline pekerjaan, menahan diri dari mengemil, dsb, seseorang akan kehabisan daya pengendalian dirinya”. Studi yang dilakukan menunjukkan bahwa seseorang yang telah menghadapi serangkaian tes untuk menghabiskan daya pengendalian dirinya, berolah raga dengan intensitas yang lebih rendah dibandingkan dengan jika berolah raga sebelum serangkaian tes tersebut1.
 
 
New Strategy!
 
Benar bahwa Anda dapat kehabisan daya pengendalian diri anda. Namun, Anda dapat melatih diri! Martin Gini mengatakan “Semakin Anda melatih pengendalian diri, Anda akan semakin membangun kemampuan dalam mengendalikan diri”. Selain itu, Eric Endlich, PhD, Psikolog Boston spesialis dalam motivasi diet dan olah raga, mengatakan bahwa olah raga dan fitnes yang terencana dengan baik dapat membantu Anda untuk memotivasi diri dalam membentuk perut sixpack ideal.
 
Berikut beberapa strategi yang dapat Anda lakukan:

  • Olah raga terjadwal. Atur waktu, tentukan program fitnes yang akan Anda lakukan, dan siapkan perlengkapan gym dengan baik. Seringkali Anda menjadi malas berolah raga karena harus mencari–cari kaos kaki gym Anda. Dengan persiapan yang baik, anda tidak lagi memiliki alasan untuk tidak berangkat ke gym.
  • Gunakan Personal Trainer atau Gym bersama teman anda. Merasa bahwa ada orang lain yang menagih janji anda untuk berolah raga akan membuat anda lebih termotivasi berangkat ke gym.
  • Olah raga di pagi hari. Jika Anda tahu bahwa Anda tidak mampu memotivasi diri untuk berolah raga usai bekerja, maka olahraga lah di pagi hari, saat – saat dimana Anda masih penuh dengan motivasi.
  • Just Do It! Layaknya slogan Nike, mungkin ini yang harus ditanamkan dalam pikiran Anda. Tidak usah berpikir panjang, anda HARUS berolah raga.
  • Bangun Mood. Dengarkan lagu – lagu yang dapat membuat Anda lebih bersemangat dan membangun mood. Dengan mood yang lebih baik, Anda dapat menjadi lebih termotivasi untuk beraktivitas, termasuk berolah raga.
  •  
     
    Reference:

    1. Ginis, Martin K.A and Steven R. Bray. 2009. Application of The Limited Strength Model of Self Regulation To Understanding Exercise Effort, Planning, and Adherence. Psychology and Health DOI 10.1080/08870440903111696
    2. Kathleen A. Martin Ginis, PhD, associate professor of kinesiology, McMaster University, Hamilton, Ontario, Canada.
    3. Eric Endlich, PhD, psychologist, Boston

    Leave a Reply